"Mulailah Bisnis Anda Dengan Alasan Yang Tepat, Bukan Gombal, Dan Bukan Bujukan"

http://ak.imgfarm.com/images/vicinio/dsp-images/scott.schaffer/asset1_3/1470673176507.png

Jadi Anda ingin jadi pengusaha SOHO. Mengapa?

"Karena saya ingin bebas finansial!"

Cobalah mengaca di pagi hari dan tanya diri sendiri "Apa yang Anda inginkan?"

Gambar karir bisnis usaha rumahan

Jika jawabannya terdengar seperti jargon atau --lebih buruk-- seperti bujukan sales, Anda harus berpikir ulang. "Bebas finansial" sebagai jargon tidak cukup untuk menjadi alasan bagi Anda memulai karir sebagai pengusaha rumahan.

Anda juga harus mengetahui karakter yang diperlukan agar sukses dengan usaha rumahan Anda. Segera ambil Ebook gratis Laporan Khusus: 7 Prinsip Nyata Memulai Bisnis Rumahan Yang Menghasilkan Uang. Pelajari bagaimana menguasai keahlian dasar ini.

Hati-hatilah Dengan Alasan Buruk

Banyak orang mengira bisa sukses sebagai pebisnis rumahan dengan cepat. Kalau alasa-alasannya tidak tepat, maka kegagalan akan segera menghampiri. Berikut contoh-contohnya.

1. Tidak menyukai bos di tempat kerja

Atau tidak menyukai kantor atau apa saja di tempat kerja sekarang. Hanya karena Anda tidak menyukai bos atau lingkungan kantor, tidak berarti Anda keluar kerja dan mulai kerja di rumah. Anda akan terkejut bahwa pelanggan yang sebenarnya di dunia nyata lebih menuntut daripada bos Anda sekarang. Pelanggan Anda tidak peduli siapa Anda atau seberapa keras Anda bekerja. Kalau Anda tidak bisa memenuhi harapannya, Anda akan ditinggalkan.

2. Gampang cari uang di rumah

"30 hari menjadi milyarder", "Belanja $30 dan tunggu uang Anda tumbuh menjadi $1 juta dalam setahun." Anda mungkin pernah melihat iklan seperti ini. Sangat menarik bahwa banyak orang percaya dengan iklan ini. Dan kemudian mereka menyesalinya.

3. Bekerja Sambil Main-Main Dengan Anak

Hmmm... Tidak demikian jalannya. Ya betul Anda dapat berada di sekitar orang-orang tercinta sementara Anda bekerja di rumah. Tetapi Anda harus disiplin untuk memisahkan pekerjaan bisnis dengan urusan keluarga. Ketika rekan bisnis Anda menelpon dan anak-anak menjawab telpon dengan "Mama, ini ada telpon" maka reputasi Anda langsung jatuh.

Alasan Bagus

Ambil contoh dari alasan-alasan yang bagus.

1. Pelanggan saya tidak perlu ke kantor saya.

berbagai macam usaha seperti konsultan, perbaikan rumah memerlukan Anda datang ke tempat pelanggan. Mereka tidak peduli Anda berkantor di mana. Kenyataannya mereka tidak mau pergi ke luar karena ingin menghemat waktu.

2. Saya ingin dekat dengan keluarga (tapi tidak main-main)

Dengan mempersiapkan Kantor SOHO, Anda bisa memenuhinya.

3. Saya ingin menghemat waktu dan biaya

Dengan bekerja dari rumah. Anda bebas memilih jam kerja mulai dari dini hari sampai larut malam. Anda bisa menghemat biaya kantor. Anda juga tidak perlu bersusah payah pergi ke kantor bermacet-macet setiap hari.

4. Saya ingin memulai usaha di rumah pada mulanya.

Ketika usaha saya tumbuh dan keuangan mengijinkan, saya pergi ke luar.

5. Saya ingin mengerjakan usaha paruh waktu.

Waktu malam dan akhir pekan saya pakai untuk menjalankan usaha saya.

6. Saya ingin mengambil keuntungan pajak.

Tergantung pada peraturan pajak, Anda bisa mengkurangkan pengeluaran rumah dari pendapatan kena pajak.

7. Saya ingin menjalankan usaha jaringan.

Kebanyakan usaha jaringan hanya membutuhkan telpon dan sedikit internet. Pertemuan bisa dilakukan di rumah, sewa gedung di luar, atau lewat teleconference.

8. Saya ingin menulis buku

Jadi sekarang Anda lihat diri sendiri di kaca, sudahkan Anda mendapat jawaban yang benar? Jika jawabannya mirip dengan jawaban yang bagus, maka usaha rumahan mungkin cocok sekali buat Anda.

Jika jawabannya mirip dengan alasan buruk, fikirkan ulang. Cari sebabnya. Dan pecahkan masalahnya. Langsung menceburkan diri kedalam usaha rumahan belum tentu menyelesaikan masalah.

Semua peringatan ini bukan bermaksud memperkecil keinginan Anda. Tapi hanya membantu Anda melakukannya dengan benar dari awal. Anda belajar tanpa harus melalui pengalaman kegagalan yang pahit.

0 Comments

0 comments:

Posting Komentar test