Kenapa Jaringan MLM ada yang berkembang pesat dan ada yang tidak?

http://ak.imgfarm.com/images/vicinio/dsp-images/scott.schaffer/asset1_3/1470673176507.png
hehe...maaf judulnya kepanjangan, tapi ini untuk menjelaskan salah satu penyebab para Distributor MLM jaringannya tidak berkembang.
Sebenarnya salah satu kuncinya yakni " PROMOSI ALAT BANTU ".
Salah satu pertanyaan distributor yang paling sering saya dengar adalah “Mengapa ada jar besar dan mengapa ada jar kok tidak besar-besar? Ada juga peringkat tinggi tapi jaringannya pada kemana?”. Jawabannya sangat mudah dan semua orang tahu. Jar yang besar adalah jar yang paling banyak memanfaatkan alat bantu yang disediakan suport system. Buku, kaset dan pertemuan.
Udah tahu..!! Pertanyaannya, “Semua distributor sudah tahu tetapi mengapa tidak semua jar memanfaatkan alat bantu dengan baik dan benar untuk perkembangan jaringannya?

Sebelumnya saya ingin tanya kepada Anda semua. Apakah tujuan Anda dibisnis ini adalah untuk untuk pasif income? Untuk freedom of finansial? Untuk freedom of time dan freedom of mind? Lah, kalau Anda Freedom, nggak ngapa-ngapai uang terus mengejar Anda, lalu siapa yang ngurus bisnis Anda?

System. Pertanyaannya adalah, apakah bisnis yang Anda jalankan adalah bisnis bersystem? ”Loh pak, network marketing khan bisnis kuadran kanan? Jelas disebutkan di buku cashflow quadran-nya Robert Kiyosaki?” Apa betul? Mari kita kupas satu persatu.

Disetiap Pertemuan Anda selalu mendengar ada 3 sistem bisnis yang menghasilkan pasif income.

Konglomerasi, jelas perusahaan bersistem. Mengapa? Karena jika salah satu bagian tidak berfungsi perusahaan tidak mungkin jalan. Pernahkah Anda lihat perusahaan besar tidak tidak ada sistem keuangannya? Atau tidak ada sistem pengawasannya? Jika sebagian tidak berfungsi jelas perusahaan itu akan gulung tikar seketika.

Waralaba, jelas perusahaan bersistem. Mengapa? Begitu anda tandatangan kontrak, seketika Anda membayar sistem yang Anda beli. Sistemnya sudah ada, tinggal dipakai saja. Jika Anda ngotot merubah bagian dari sistem artinya melanggar kontrak. Detik itu juga perusahaan waralaba Anda ditutup karena tidak mematuhi sistem. Anda bayangkan, jika Anda pemilik KFC lalu punya ide supaya KFC lebih bisa diterima masyarakat lebih baik pakai bumbu pecel. Lalu Anda singkirkan semua saus di gerai KFC dan menggantinya dengan bumbu pecel. Saat itu juga laporan sampai Jakarta dan Anda dilarang menjalankan usaha KFC lagi.

Network Marketing, pernahkah Anda menemui orang bergabung tapi tidak ngapa-ngapain? Apakah keanggotaannya diputuskan oleh Perusahaan MLM? Pernahkah Anda menemui orang bergabung di MLM dan menjadi konsumen saja? Apakah Perusahaan memutuskan kontrak mereka? Pernahkan Anda menemui distributor yang mensponsori 3 bulan sekali atau bahkan setahun sekali? Apakah mereka bisa dimejahijaukan? Pernahkah Anda menemui distributor bertahun-tahun tanpa pernah ikut pertemuan tetapi tetap menjalankannya? Pernahkah Anda menemui distributor yang bekerja seperti penjual obat keliling?

Sebetulnya masih banyak pertanyaan yang lain. Ok kita cukupkan saja. Kesimpulannya apa? Di network marketing, Anda hanya berpotensi menjalankan bisnis kuadran kanan. Yang menentukan Anda kuadran kanan atau tidak itu Anda sendiri. Jika Anda patuh dan mengikuti petunjuk sistem artinya Anda kuadran kanan. Jika Anda menggantinya seperti mengganti saus dengan bumbu pecel tadi, Anda memang tidak di PHK oleh MLM, tetapi Anda memilih sendiri nasib dan masa depan Anda. Tindakan Anda jelas memilih untuk tidak passive income sekalipun Anda menginginkannya. Lupakan passive income..!!

Lalu harus bagaimana? Perusahaan MLM hanya menyediakan produk dan marketing plan. Sementara kita semua di network marketing tidak ada yang pernah sekolah kejuruan atau kuliah network marketing. Sudah pasti kita tidak mengetahui mana jalan yang tepat dan mana jalan yang menyesatkan. Untuk mengetahui bagaimana menjalankan bisnis dengan benar sesuai prinsip kuadran kanan, kita harus belajar melalui sekolah bisnis di network marketing yang disebut support system.

Bagaimana kalau kita tidak mengikuti sekolahnya? Pertanyaan itu bisa dibalik ke Anda. Seandainya ada orang yang Anda tahu tidak pernah sekolah perawat atau kedokteran lalu menawarkan kepada Anda saat sakit,”Pak mari saya suntik”, sambil membawa suntikan siap menusuk pantat Anda. Bagaimana respon Anda? Anda pasti lari terbirit-birit. Tidak pernah belajar nyuntik kok mau menyuntik, jelas gak bener. Kalau Anda tidak pernah sekolah di support system, lalu melakukan presentasi dan folow up, apa yang terjadi? Sama, prospek Anda juga lari terbirit-birit.

Para mahasiswa kedokteran mengapa mau bertahan kuliah 5 tahun dengan pelajaran yang tersulit sekalipun. Karena yakin kalau lulus pasti jadi dokter. Dan meskipun mereka belum lulus, mereka berani mengajak adik, sahabat, tetangga untuk jadi dokter. Mengapa? Karena ada sekolahnya. Mereka tinggal bilang,”Yuk sekolah di kedokteran sama saya, nanti jadi dokter”, PD abis.

Mengapa distributor banyak yang mundur? Karena sebagian besar mereka tidak pernah mengikuti sekolah di support system. Karena tidak sekolah jelas tidak yakin untuk lulus apalagi diwisuda di panggung internasional. Kalau mereka mengajak prospek untuk sukses jelas prospek tidak akan percaya. Pertama, yang mengajak tidak sukses. Bagaimana mau mengikuti jejak orang sukses?. Kedua, karena tidak mengikuti support system mereka juga tidak bisa menunjukkan kepada prospek bahwa ada sebuah lembaga yang akan membimbing untuk sukses. Beda dengan leader yang on system. Kalau mereka ditanya,”Kamu belum sukses, ngapain ngajak saya sukses”, leader bisa jawab,”Saya memang belum sukses, tapi saya belajar di sekolah yang mengajarkan, membimbing dan melahirkan banyak orang sukses”. Sama seperti mahasiswa kedokteran, belum lulus jadi dokter sudah berani mengajak orang lain untuk menjadi dokter.

Ok, itu sharing untuk mereka yang belum mau menggunakan alat bantu. Selanjutnya saya ingin sharingkan, mengapa ada juga jaringan yang sudah mau menduplikasikan alat bantu tetapi belum berhasil? Mereka belum melakukan cara promosi yang tepat.

Saya akan sharingkan beberapa contoh promosi. Pertama promosi buku.

Sebelum promosi tentu saja Anda sendiri yang harus sudah membaca dan menemukan hal-hal penting yang luar biasa bagi Anda di dalam buku tersebut. Tujuannya untuk mendapatkan antusias. Tanpa antusias, Anda tidak bisa promosi. Anda juga memilih hal-hal penting untuk downline Anda. Untuk masing-masing downline yang berbeda, Anda usahakan menemukan point2 penting yang special untuk mereka.

Semakin banyak hal-hal penting untuk downline yang Anda temukan, Anda akan memiliki kemampuan merekam yang luar biasa terhadap isi buku tersebut. Artinya, manfaat terbesar melakukan promosi sebetulnya adalah untuk diri Anda sendiri. 10 kali lipat dibandingkan jika Anda meniatkan membaca buku untuk diri sendiri.

Jika buku yang Anda baca bagus, segera kembali ke toko untuk membeli minimal 10 untuk Anda promo ke jaringan.

Bagaimana kalau tidak laku pak?

Anda buktikan sendiri, kalau Anda membeli buku untuk downline hanya 2 biji, saya jamin lebih lama laku daripada kalau Anda membeli lebih banyak. Mengapa? Saat Anda membeli buku takut tidak laku, itulah yang akan benar-benar terjadi. Kalau Anda berani membeli buku banyak artinya Anda sudah punya keyakinan buku tersebut pasti digunakan oleh jaringan. Kalau Anda begitu yakin dan antusias, 10 buku sangat mudah dijual ke jaringan. Saya sendiri sudah membuktikan, buku-buku yang harus kami beli dari kota lain, saya bahkan berani membeli 100-200 buku. Faktanya saya selalu kekurangan belanja daripada kekurangan pembeli.

Pastikan tas Anda selalu berisi buku penting yang bisa Anda promosikan. Belajar jadi sales? Bukan. Untuk leader pemula kita memang harus melayani dulu. Saya belajar dari pengalaman. Saat saya promosi buku dan menyarankan mereka beli di toko atau stokis. Sampai berbulan-bulan belum tentu beli. Tapi kalau saya promo dan bawakan bukunya biasanya laris manis.

Begitu bertemu downline, tunjukkan antusias Anda terhadap buku tersebut. Sebelum Anda berbicara lainnya bicarakan pelajaran-pelajaran yang bisa dipetik dari buku tersebut. Ungkapkan perasaan kagum Anda setelah membaca buku tsb. Kalau Anda membicarakannya diawal bertemu, downline akan merasa buku tersebut sangat istimewa sampai-sampai tidak bisa menunda membicarakannya.

Sambil bicara, Anda tunjukkan halaman-halaman tertentu yang penting. Ini untuk menunjukkan bahwa Anda sangat menguasai isi buku. Mereka akan melihat begitu banyak bagian dari buku yang sangat penting.

Jika mereka sudah tertarik, meskipun uang mereka pas-pasan pasti mereka tetap membelinya. Kalau kebetulan mereka tidak membawa uang. Sarankan pinjam teman dulu. Tunjukkan buku ini begitu penting, kalau menunda rugi besar.

Tahap selanjutnya, jika downline Anda sudah mulai senang buku. Meskipun Anda punya bukunya di tas. Ajak mereka ke ke stokis/toko buku. Menemani mereka ke toko buku sangat penting untuk membuka cakrawala mereka. Ternyata begitu banyak buku yang sangat penting untuk bisnis ini dan kehidupan.

Karena begitu banyak pilihan di toko buku. Usahakan Anda mengenalkan dia dengan buku-buku yang terbaik dan termahal. Tunjukkan kepadanya, buku semahal itu aja laku keras. Demi masa depan, orang-orang rela ‘buang duit’. Tujuannya untuk membuka katup pikiran. Kalau sudah terbiasa lihat buku-buku mahal, di lain waktu Anda mudah mempromosikan buku-buku yang harganya di bawah itu.

Bagaimana jika Anda ditempat yang jauh? Anda bisa lakukan dengan telpon atau SMS. Ingat Anda sedang promosi, bukan memberi informasi. Jadi yang terpenting pada telpon/sms adalah antusias Anda.

Contoh SMS :
‘Stop membaca atau membeli buku sampai Anda membaca buku ini. “Judul” buku terbaik yang pernah saya baca. Sangat dahsyat. Hanya … rb. Sy sdg di toko buku, stok Cuma 14 exp’

Saya pernah promosi buku satu tahun di MLM, hanya lewat sms saja, dalam waktu 30 menit telah mendapat pesanan 200 buku.

Promosi kaset

Promosi kaset hampir sama dengan promosi buku. Intinya, selalu sediakan kaset di tas Anda dan promosikan kapanpun Anda bertemu dengan jaringan.

Promosi pertemuan.

Promosi pertemuan perlu keterampilan yang lebih tinggi dari promosi buku dan kaset. Buku dan kaset sudah ada barangnya bisa dilihat dan dipilih, tetapi promosi pertemuan adalah ‘menjual’ sesuatu yang belum ada. Memang sih, alur acaranya kita tahu pasti, namun semarak tidaknya acara tergantung dari team player dan jumlah peserta.

Itulah sebabnya banyak leader yang kurang optimis dan mengambil sikap wait n see. Apalagi jika pertemuan sebelumnya kurang meriah. Sikap ragu-ragu tanpa disadari menular ke jaringan, sehingga jaringan juga tidak termotivasi membeli tiket atau mengundang. Sebagian leader menunggu tiket ramai dulu baru berani beli tiket. Kalau semuanya menunggu, pertanyaannya siapa yang ditunggu?

Agar promosi pertemuan sukses, syarat pertama adalah bangun optimisme Anda sendiri dulu. Visualisasikan di pikiran Anda, pertemuan akan berjalan DAHSYAT LUAR BIASA. Semakin banyak jaringan yang bisa Anda bangun optimisme dengan visualisasi, pertemuan pasti sukses.

Jika Anda sudah begitu yakin, mulailah berpromosi habis-habisan. Edifikasi manfaat-manfaat yang bisa didapat dari pertemuan tersebut. Lalu tunjukkan buktinya. Acara sangat luar biasa sehingga tiket sudah diborong oleh banyak jaringan. Anda juga harus tunjukkan bahwa Anda sendiri sudah memborong tiket atau jadi predator. Anda tidak perlu mencari informasi, berapa tiket yang sudah terjual. Yakini saja bahwa ribuan tiket sudah laku.

Beritahukan kepada jaringan, bahwa ini adalah pertemuan terhebat dari semua pertemuan yang pernah mereka hadiri. Pasti akan menjadi momentum DAHSYAT untuk diri sendiri, jaringan dan juga untuk undangan. Bila perlu tunjukkan kepada jaringan, Anda sudah membuat puluhan bahkan ratusan undangan.

Sebaiknya Anda hanya promosi pertemuannya saja. Pribadi Guest speaker tidak perlu diedifikasi. GS juga manusia, bisa jadi pada saat hari H beliau berhalangan. Anda bisa lakukan dengan edifikasi Seminar ini memiliki pembicara-pembicara yang sangat luar biasa dan telah terseleksi dari seluruh pembicara di Indonesia.

Bangun komunitas pembelajaran

Bagaimana caranya menjadikan seluruh jaringan Anda setia menjadi predator alat bantu?

Anda harus mengembangkan komunitas pembelajaran. Pembelajaran adalah bagian dari proses menjadikan kehidupan jauh lebih bermutu dan bermakna. Seluruh buku, kaset dan pertemuan adalah bagian dari belajar. Ada atau tidak ada MLM, kita tetap harus melakukan.

Jangan menganggap pembelian buku, kaset dan pertemuan sebagai biaya bisnis. Jadikan sebagai biaya hidup sebagaimana kita mengeluarkan biaya untuk makan sehari-hari. Kalau makanan untuk perut, kita keluar biaya untuk nasi goreng, soto, pecel dsb. Sementara buku, kaset adalah makanan untuk pikiran dan jiwa kita. Didunia ini tidak ada investasi sukses yang paling murah dengan hasil terbesar selain pengembangan pikiran dan jiwa.

Kabar baik untuk Anda, 90% sukses ditentukan oleh makanan untuk pikiran dan jiwa kita. Jika Anda terus menerus memberikannya makanan yang ber’gizi’, Anda akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi dengan karakter LUAR BIASA. Jika itu terjadi, sukses tidak perlu Anda cari. Sukseslah yang akan mengejar-ngejar Anda.

Go FREEDOM…!!!

Kenapa Jaringan MLM ada yang berkembang pesat dan ada yang tidak?

0 Comments

0 comments:

Posting Komentar test