Tips cara mensponsori downline

http://ak.imgfarm.com/images/vicinio/dsp-images/scott.schaffer/asset1_3/1470673176507.png
Salah satu hal penting dalam strategi mensponsori calon downline adalah menemukan apa yang diinginkan prospek dan sekaligus menunjukkan bagaimana cara memperolehnya. Karena kebanyakan pelaku bisnis MLM ingin mengendalikan prospek yang akan bergabung. Padahal yang harus dikendalikan adalah hal-hal seperti bagaimana mempresentasikan rencana kepada prospek.

Dalam dunia bisnis jaringan, mensponsori atau mengajak orang lain bergabung bersama-sama menjadi member sebuah MLM untuk mencapai tujuan, adalah hal paling pokok dan penting. Karena, mensponsori adalah titik awal terbentuknya jaringan, yang nantinya akan berpengaruh terhadap besar kecilnya bonus yang akan diperoleh, terutama bonus-bonus yang bersifat “passive income” atau yang biasa disebut bonus penjualan grup. Hal ini disebabkan oleh semakin banyaknya jaringan, akan menyebabkan semakin besarnya omset dan semakin besar pula bonus yang dapat dinikmati.

Karena sponsoring merupakan sebuah keharusan dalam dunia MLM, hal ini menjadi sumber keluhan sebagian besar member MLM, sehingga topik pembicaraan mengenai sponsoring ini merupakan salah satu topik paling populer di kalangan para networker. Biasanya, para member yang baru bergabung dalam suatu MLM memiliki semangat yang menggebu-gebu, namun saat diperhadapkan dengan tantangan untuk mengambil langkah “action” mensponsori orang lain, mereka sangat sulit untuk mulai bertindak. Seperti ada suatu tembok besar yang menghalangi mereka melakukan tindakan mengajak orang lain bergabung.

Mengapa hal ini dapat terjadi? Seorang pengamat dunia bisnis jaringan, Gary Thompson, dalam sebuah tulisannya, mengatakan bahwa para networker dalam menjalani bisnis ini terbelenggu oleh pikirannya sendiri, daripada melakukan sesuatu. Misalnya, saat menelpon prospek, dipenuhi pikiran “takut mengganggu prospek”, ataupun “prospek saat ini sibuk” dan sabagainya. Hasilnya, ya tak satupun kontak dilakukan. Begitulah seterusnya, sehingga daftar prospek tetap tergeletak diatas meja, menjadi sesuatu yang tak berguna.

Kesalahan lainnya adalah, banyak diantara para newbie di bisnis jaringan menganggap bahwa mereka yang telah sukses dibisnis ini tidak memiliki rasa takut. Namun tidak demikian. Semua pebisnis jaringan mengalami hal yang sama. Karena itu menurut Gary, banyak distributor yang merasa kalah sebelum melakukannya. Alasan yang sama, yaitu ketidakyakinan mereka mencapai setting goal yang diinginkan. Akibatnya, mereka tidak pernah memulai dan melakukan aktivitas bisnis ini, termasuk sponsoring.

Sebagai gambaran, Gary menceritakan pengalamannya saat terjun ke Network Marketing. Ia punya target mencapai sebuah peringkat. Walaupun empat kali kandas dan gagal, hal itu tidak membuatnya menyerah. “Saya tetap pergi menghadiri pertemuan. Dan tidak di sangka, dimalam itu saya menemukan apa yang harus saya lakukan“, tulis Gary.

Setelah selesai pertemuan, Gary menemui seorang Leader dan mananyakan beberapa cara “ajaib” untuk mengetahui cara menetapkan tujuan akhir. Leader tersebut bertanya, apa yang hendak dicapainya selama bulan Agustus ini? Dia menulis dan memberikan garis bawah terhadap tujuan yang akan dicapai Gary. Begitupun target-target tersebut, baik tanggal, bulan dan seterusnya. Di akhir pertemuan, Leader tersebut bertanya, “Anda tidak sepenuhnya yakin ini akan berjalan?” Gary menolak, dan yakin akan berjalan.

Dua Orang Dalam 1 Minggu
Leader tersebut tidak berhenti disitu. Lagi-lagi sebuah pertanyaan diajukan kepada Gary, “Dapatkah anda mempresentasikan pada 2 orang dalam 1 minggu?” Gary hanya diam sambil berfikir. Namun, sebelum Gary sempat menjawab, Leader tersebut sudah lebih dulu berujar, “Anda terlalu banyak berfikir. Dapatkah anda menunjukkan dua orang dalam seminggu?” pada poin ini Gary meng-iya-kan.
Apakah anda ragu?”
Tidak!” tegas Gary.

Dapatkah anda menambahkan tiga nama ke dalam daftar nama prospek setiap minggu nya?” lagi-lagi Gary menganggukkan kepala.
Lakukan hal tersebut,” perintah Leader tersebut.
Lakukan apa?” Gary bertanya.
Leader tersebut menjelaskan agar melakukan presentasi kepada dua orang dalam minggu ini. Lalu menambahkan tiga nama baru ke dalam daftar prospek. Dia menulis 2/3 di papan tulis.
Lalu minggu depan anda lakukan kembali -2/3. Begitu juga minggu depan berikutnya -2/3. Lakukan ini sebanyak 10 kali,” ujar si Leader tersebut, sambil bertanya kepada Gary apa yang dimilikinya saat ini. Gary hanya menyebut empat buah tujuannya yang gagal.

Di sini anda punya sebuah untaian dari kegagalan secara keseluruhan. Demikian juga untaian kesuksesan. Setiap anda berhasil, anda merasa lebih baik,” jelas Leader tersebut.
Menurut Gary, inti dari kisah tersebut adalah sebuah tujuan yang dapat dikendalikan. Disini, anda tidak mengendalikan siapa yang akan bergabung, kecuali mengendalikan soal bagaimana mempresentasikan rencana anda kepada orang lain. Dengan menetapkan tujuan yang dapat dikendalikan, andapun dapat mengawasi bisnis anda.

Gary tidak yakin, bila menetapkan tujuan seperti berangkat ke sebuah mall untuk mendapatkan 10 nama baru prospek. Itu sama halnya dengan meletakkan diri anda dalam masalah. Sebab, jika gagal mendapatkan 10 kontak tersebut, ini akan menyuarakan suara kecil didalam hati anda bahwa anda benar-benar tidak berdaya. Jalanilah kehidupan anda dan tetaplah selalu “berbisnis” (pikiran anda siap sedia bagi peluang untuk mengontak). Ini akan membuat anda kagum betapa banyaknya peluang yang bermunculan saat anda bersantai. Mereka sepertinya tahu bahwa anda membuntuti mereka. Anda memiliki sebuah bisnis yang hebat. Setiap orang membutuhkan apa yang kita miliki, hanya saja beberapa dari mereka belum mendapatkan inti pesannya. Pasti suatu saat mereka akan mendapatkannya.

Tentukan tujuan yang anda kendalikan.Jangan terlalu banyak bicara. Saat mempresentasikan bisnis, katakan kepada mereka konsepnya. Temukanlah apa yang mereka inginkan, dan tunjukkan bagaimana mereka memperolehnya melalui marketing plan. Berikan mereka beberapa informasi. Bila mereka pulang, jangan mengikuti hingga ke kendaraan sehingga mereka tertahan selama 20 menit. Anda dapat berbicara kepada mereka diluar masalah bisnis.

Jika perusahaan punya kaset atau informasi, pastikan mereka memiliki sesuatu yang dapat membangun kredibilitas untuk perusahaan dan industri. Tentukan waktu untuk melakukan follow up. Ingat, kehilangan networker yang potensial, penyebabnya karena tidak melakukan follow up.
Beberapa tips untuk mensponsori downline adalah:
  • Tetapkan tujuan impian anda yang anda kendalikan
  • Jangan berbicara terlalu banyak
  • Milikilah materi yang tersedia untuk menolong para prospek baru dalam mengambil keputusan
  • Follow up. Jika anda mau melakukan hal-hal yang sederhana tersebut, sponsorisasi rata-rata anda akan meningkat secara drastis.
Sumber: Majalah BisnisPlus

Tips cara mensponsori downline

0 Comments

0 comments:

Posting Komentar test