Online Kan Bisnis Tianshi Anda

WEB TIANSHI PINDAH ALAMAT DISINI

Catatan: Gabung disini Utk yang udah gabung tianshi sebelumnya tapi ingin bisnis tianshi nya Online. ini tidak membuat http://www.unicorenetwork.com/images/louis_t.jpgkeanggotaan lama hilang. Keuntungannya kita bisa persentase memakai website reflika seperti punya saya ini. Gabung Klik Disini

Sepuluh Kesaktian MLM

Rabu ·

Banyak kisah, umat manusia gagal mencapai tingkat kebutuhannya karena didera oleh kemiskinan. Ada berbagai cara dilakukan manusia untuk keluar dari kemiskinan, salah satunya menjalankan bisnis MLM.

MLM sebagai metode pemasaran modern memiliki banyak kelebihan. Minimal ada sepuluh kesaktian bisnis MLM, yakni :

Satu:

MLM menyediakan penghasilan tanpa batas. Adalah suatu fakta, di masyarakat ada orang yang mengalami “kemiskinan finansial”. Mereka miskin uang. Bisnis MLM serius dan tulus mengajak para distributor mencapai kemerdekaan finansial, karena bisnis ini memberikan penghasilan tidak terbatas. Perusahaan MLM tidak menghendaki distributor mengalami kerugian atau menjadi pecundang, sebab kerugian distributor adalah juga kerugian perusahaan.

MLM berbeda dengan bisnis konvensional atau profesi lain. Bekerja di instansi mana pun, gaji sudah ditetapkan setiap bulan. Ini pun tidak semua orang mendapatkan penghasilan lumayan. Begitu pula di bisnis konvensional. Di bisnis ini, para pengecer memamg meraih keuntungan besar. Tetapi kenyataan menunjukkan, pengecer tidak pernah kaya dari keuntungannyanya. Pasalnya, seluruh omzetnya sedikit, karena kapasitas menjual eceran memiliki keterbatasan tenaga dan waktu. Justru, prinsip MLM adalah memberikan hasil besar kepada siapa saja yang lebih banyak menjual, lebih banyak mengajak, dan membangun organisasi jaringan lebih baik.

Dua:

MLM mengatasi keterbatasan pendidikan. Adalah suatu fakta, di masyarakat ada orang yang mengalami “kemiskinan pendidikan”. Miskin sekolah. MLM justru memberikan ‘kemerdekaan pendidikan’, karena bisnis ini tidak membatasi tingkat pendidikan dan pengalaman seseorang.

Terjun ke bisnis MLM tidak membutuhkan latar belakang pendidikan dan pengalaman. Apa pun latar belakang seseorang, bila hari ini bergabung menjadi distributor, pada hari itu pula ia dapat memulai usahanya. Tidak ada istilah harus melewati proses percobaan dulu, tetapi langsung jalan. MLM menghargai prestasi, bukan ijasah.

Tiga:

MLM menyediakan jenjang karir, adalah suatu fakta, di masyarakat ada orang yang mengalami “kemiskinan karir”. Miskin profesi. Justru MLM adalah sebuah gelombang masa depan untuk meninggalkan kesuraman di masa lalu. MLM adalah sebuah pilihan atau alternatif yang menyediakan ‘kemerdekaan karir’. Karena di bisnis MLM ada jenjang karir. Setiap orang merdeka memilih jenjang karir yang diinginkannya.

Banyak unsur sosial dalam bisnis MLM. Bisnis ini tidak mengenal istilah ‘di sini tidak ada lowongan’. Justru bisnis ini mengundang banyak orang untuk bergabung. Pasalnya, prestasi seseorang tidak ditentukan oleh omzet pribadi yang tinggi, melainkan omzet kelompik yang besar. Bisnis ini menampung banyak orang yang membutuhkan tempat beraktifitas dan berkarier.

Tidak dapat dipungkiri, bisnis MLM senantiasa membuka pintu selebar-lebarnya terhadap siapa pun yang gagal masuk ke sebuah instansi atau perusahaan konvensional. Terbuka kesempatan bagi mereka yang ‘kalah’ duluan lantaran tidak memiliki keahlian atau pendidikan memadai.

Di bisnis MLM, siapa saja memiliki peluang yang sama mencapai jenjang karir tertentu. Tidak ada alasan bahwa yang memiliki ijasah sarjana akan menempati jenjang karir lebih tinggi dibanding lulusan SMA, SMP, SD, atau orang yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal.

Bisnis MLM tidak butuh banyak teori. Hampir tidak ada bedanya antara mereferensikan sebuah film yang bagus dan MLM kepada teman. Apakah dibutuhkan suatu skill tersendiri untuk merekomendasikan sebuah film kepada teman?

Empat:

MLM memberikan nilai-nilai spiritual. Adalah suatu fakta, di masyarakat ada yang mengalami ‘kemiskinan rohani’. Miskin rohani. Padahal, adalah sebuah kenyataan bahwa setiap manusia butuh sehat bukan saja isi kantongnya, tetapi yang lebih penting segi rohaninya. Bila bisnis MLM dikerjakan dengan amal ibadah, seseorang akan mengalami kemerdekaan rohani.

Budaya bisnis MLM tidak membelokkan banyak orang dari nilai-nilai pribadinya atau membelokkan aspirasi seeorang untuk mengekspresikan bakatnya. Justru MLM memperkuat nilai-nilai pribadi dan mengembangkan aspirasi seseorang mengekspresikan bakatnya. MLM justru mendorong seseorang mengandalkan kekuatan fokus untuk mencapai impiannya.

Lima:

MLM membangun mentalitas. Adalah suatu fakta, di masyarakat ada yang mengalami ‘kemiskinan mental’. Miskin kepribadian. Di bisnis MLM selalu ada pendidikan mentalitas. Misalnya bagaimana sikap mentalitas positif ditanamkan. Bagaimana memberikan motivasi dan presentasi dengan tulus, tidak peduli kata orang, dengan demikian seseorang mempunyai mentalitas yang kokoh dan kuat.

MLM memberikan kesempatan untuk mengembangkan kepribadian serta meningkatkan rasa percaya diri. Distributor yang terlatih menghadapi berbagai rintangan akan membuat dirinya semakin tangguh. Rasa percaya dirinya semakin kuat.

Enam:

MLM memperkokoh tingkat emosional, adalah suatu fakta, di masyarakat ada yang mengalami ‘kemiskinan emosional’. Dari bisnis MLM seseorang bisa mengontrol emosi, karena bisnis ini membutuhkan kesabaran, keuletan, dan ketabahan sehingga emosi terkontrol.

Di MLM, orang dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Sebab, setiap saat distributor selalu bercerita, menjelaskan, dan memberikan presentasi tentang bisnis yang dijalankan. Seseorang yang tadinya pemalu dan tidak mempunyai kemampuan berbicara di depan umum, akan semakin mahir berbicara. Berbicara adalah pekerjaan sehari-hari distributor.

Tujuh:

MLM membangun kesehatan. Adalah suatu fakta, di masyarakat ada yang mengalami ‘kemiskinan kesehatan’. Miskin sehat. MLM mendorong para distributor mencapai ‘kemerdekaan kesehatan’, karena bisnis ini mengajak orang hidup sehat.

Delapan:

MLM meningkatkan persaudaraan. Adalah suatu fakta, di masyarakat ada yang mengalami ‘kemiskinan sosial’. Miskin relasi, teman, dan silaturahmi. MLM menjadi jembatan untuk mencapai ‘kemerdekaan sosial’, karena bisnis ini senantiasa menambah persaudaraan dan memiliki banyak teman.

Melalui bisnis ini MLM, seseorang dijamin tidak mengalami kemiskinan sosial. Bahkan, unsur tolong-menolong sangat kental di bisnis ini. Jangan heran bila sponsor dan orang yang disponsori menjadi saudara.

Sembilan:

MLM memberikan kebebasan waktu. Adalah suatu fakta, di masyarakat ada yang mengalami ‘kemiskinan waktu’. Ia terikat atau dibatasi waktu. MLM memberikan ‘kemerdekaan waktu’, karena bisnis ini memberikan kebebasan menggunakam waktu sesuka hati.

Bisnis MLM tidak memiliki deadline pada pukul berapa seseoranng harus mulai bekerja. Dalam dunia kerja konvensional, sebut saja entah itu pegawai negeri atau swasta, jam weker acap memberi peringatan : pukul sekian Anda harus mulai bekerja. Bisnis MLM berjalan tanpa jam weker!

Sepuluh:

MLM memberikan kesempatan pensiun. Adalah suatu fakta, di masyarakat ada yang mengalami ‘kemiskinan masa depan’. MLM memberikan kesempatan pensiun muda, kaya, dan sehat. Kesempatan pensiun muda dan kaya dimungkinkan melalui marketing plan dan support system. Sehat dimungkinkan melalui produk-produk berkualitas.

Kualitas produk MLM dijamin. Apabila tidak sesuai spesifikasi, uang dikembalikan. Ini menunjukkan bahwa MLM bukan perusahaan tipu-tipuan. Adanya produk yang dijual menunjukkan bahwa MLM merupakan sebuah bisnis murni.

MLM sebagai sebuah bisnis masa depan sulit dibantah. Kini banyak perusahaan-perusahaan raksasa yang melirik bahkan menganggap MLM sebagai alternatif yang sangat menguntungkan.

Menjadi distributor MLM bukan ilusi. Kalau sebuah ilusi, mengapa ada yang mencapai kebebasan finansial tanpa harus repot mendirikan perusahaan?

Bisnis MLM memamg memberikan alternatif bisnis sendiri. Nyatanya, untuk bergabung menjadi distributor MLM, peserta cukup memiliki uang pendaftaran yang tidak terlalu mahal. Pengeluaran ini sekedar pengganti biaya formulir, pembuatan kartu anggota, serta penggantian ongkos cetak brosur dan leaflet. Sesudah itu, untuk menjalankan bisnisnya, ia membeli produk sebagai sampel berjualan atau dikonsumsi sendiri. Ia tidak perlu mengeluarkan modal sebesar menderikan sebuah perusahaan.

0 komentar:

Posting Komentar

 

IcyBlue | Copyright © 2009 - Blogger Template Designed By Simrandeep Singh