PRESENTASI ONE ON ONE 12 MENIT

http://ak.imgfarm.com/images/vicinio/dsp-images/scott.schaffer/asset1_3/1470673176507.png
(Awali dengan basa-basi singkat. Cukup 5-10 menit saja! Coba gali
apakah prospek punya impian yang ingin dicapai, misal: kerja sendiri,
penghasilan lebih besar, waktu lebih banyak utk keluarga dll. Dengan
demikian kita bisa LEBIH MEMAHAMI PROSPEK )

Pak Budi, saat ini saya sedang bekerjasama dengan sebuah perusahaan
International dari China untuk memasarkan dan mendistribusikan
produknya di Indonesia dengan sistem waralaba. Dan saya bermaksud
mengajak Bapak menjadi rekan usaha saya untuk mengembangkan bisnis
waralaba ini di daerah Tangerang. (catatan: Penyebutan daerah ini
penting karena akan memberikan kesan khusus atau spesifik kepada
prospek walaupun nantinya kita akan arahkan prospek untuk
mengembangkan dimana saja. Sebutkan sesuai dengan daerah tempat
tinggal prospek atau kota dimana prospek tinggal).

Kenapa saya mengajak Bapak menjadi rekan saya? Karena, yang pertama,
bisnis ini terlalu besar sehingga tidak mungkin saya handle
sendirian. Yang kedua, karena sistemnya waralaba, saya
mengembangkannya dengan cara membuka cabang. Oleh karena itu saya
mengajak Bapak untuk bekerjasama.

Perusahaan ini sudah punya cabang di Indonesia yang bertindak sebagai
importirnya yaitu PT Singa Langit Jaya atau PT SLJ (catatan: sebagian
besar prospek tidak mengenal nama Indonesia perusahaan Tianshi, TAPI
BOLEH SAJA ANDA TIDAK MENYEBUTKANNYA).

Yang menarik dari usaha ini, dengan konsep waralabanya akan membantu
kita untuk mendapatkan penghasilan passive income.

Seperti yang Bapak ketahui, sebagian besar orang bekerja dengan
konsep: kerja untuk mendapatkan penghasilan yang disebut active
income. Kalau misalnya ada sesuatu hal yang memaksa kita berhenti
bekerja, penghasilan kita pun berhenti. Ini sangat beresiko. Hal ini
berbeda dengan bisnis waralaba karena bisnis waralaba adalah bisnis
yang membangun asset dimana asset inilah yang nantinya akan
memberikan penghasilan kepada kita. Kalau pun suatu waktu kita
berhenti bekerja, tidak menjadi masalah, karena asset inilah yang
akan terus-menerus memberikan penghasilan, yang dikenal dengan nama
passive income. Di bisnis waralaba ini, asset kita adalah jalur
pemasaran dan distribusi untuk perusahaan China tersebut. (catatan:
gambarkan dan tuliskan di selembar kertas atau tunjukkan flip chart)

Yang menarik, waralaba PT SLJ ini berbeda dengan waralaba pada
umumnya. Perbedaannya antara lain, yang pertama, kita tidak butuh
tempat secara khusus. Tempatnya sangat flexible, bahkan Bapak bisa
memulai dari rumah sendiri. Yang kedua, tidak membutuhkan modal yang
besar sehingga tidak beresiko tinggi. Yang ketiga, tidak perlu repot-
repot merekrut karyawan karena kita bisa lakukan sendiri secara
pribadi. Sehingga waralaba ini sering disebut dengan nama waralaba
pribadi atau personal franchise. Kalau nanti Bapak tertarik, Bapak
bisa jalankan bisnis ini disela-sela waktu luang Bapak tanpa perlu
meninggalkan pekerjaan Bapak (catatan: atau kuliah atau kegiatan
kita; tergantung profesi prospek kita).

Untuk membangun bisnis ini, kita mengikuti konsep bisnis waralaba
yaitu membuka cabang sebanyak mungkin untuk menaikkan omzet. Kita
ajak teman-teman kita bersama-sama membangun asset melalui bisnis
waralaba pribadi ini. Kita nantinya juga membantu mereka membuka
cabang-cabang baru. (catatan: gambarkan bulatan-bulatannya).

Besar kecilnya bisnis kita akan terlihat dari tahapan-tahapan bisnis
yang sdh kita lalui. Tahapan-tahapan ini ditentukan oleh perusahaan
supply kita. Semuanya ada 8 tahap, dari tahap 1 sampai tahap 8.

Yang menarik adalah perusahaan supply atau prinsipal kita mempunyai 2
aturan yang sangat membantu untuk membangun bisnis kita. Yang
pertama, tahapan tidak bisa turun. Artinya kalau Bapak sudah
membangun jalur distribusi sampai tahap 5 dan kemudian Bapak berhenti
sementara, ketika memulai kembali Bapak tetap memulai dari tahap 5.
Tidak perlu mengulang dari tahap 1. Yang kedua, omzet diakumulasi
tanpa batas waktu. Artinya, perusahaan supply tidak memberikan target
bulanan kepada kita. Omzet bisnis kita dijumlahkan dari waktu ke
waktu dan kalau sudah mencapai jumlah tertentu, kita berhak naik ke
tahapan bisnis berikutnya.

Seandainya Bapak telah menyelesaikan 8 tahapan bisnisnya, potensi
penghasilan passive incomenya bisa mencapai Rp 40 juta sebulan.
Penghasilan ini kita perolah dari royalti yang diberikan oleh PT SLJ
(atau perusahaan supply) karena kita telah membantu memasarkan dan
mendistribusikan produknya. Kita bisa mencapai tahap 8 dalam waktu 1-
3 tahun ke depan. Ini adalah waktu yang sangat singkat untuk
membangun asset. Kalau kita asumsikan dengan bunga deposito, berarti
kita minimal harus punya deposito sebesar Rp 4 milyar untuk
mendapatkan bunga Rp 40 juta per bulan dengan asumsi bunga 12% per
tahun padahal sekarang bunga deposito kurang dari 12%.

Yang lebih menarik lagi, kalau Bapak bisa membantu 3 orang teman
Bapak menyelesaikan 8 tahapnya, Bapak akan mendapat reward sebuah
mobil mewah yang diberikan secara gratis. Di Indonesia, mobil yang
diberikan adalah mobil BMW atau Mercy. Dan sudah lebih dari 100 orang
Indonesia yang bekerja sama dengan PT SLJ yang mendapatkan reward
ini.

Untuk memudahkan kita membangun bisnis yang besar, kita akan
disupport dan didukung oleh sebuah perusahaan konsultan yaitu PT
Coresystem Network, yang didirikan oleh orang-orang yang sudah sukses di bisnis
waralaba pribadi ini. Perusahaan support inilah yang akan mengajarkan
cara yang benar membangun asset lewat bisnis waralaba pribadi.
Coresystem sudah menyelidiki bahwa kesuksesan kita di bisnis waralaba
ini tidak ditentukan oleh latar belakang kita. Siapapun bisa sukses
asalkan mau bekerja dan menjalankan bisnisnya dengan sistem yang
sederhana. Kita tahu bahwa kekuatan bisnis waralaba selalu pada
sistemnya yang bisa ditiru atau diduplikasi.

Oleh Coresystem, sistem tersebut diformulasikan menjadi beberapa
langkah. Semuanya ada 7 langkah (catatan: Anda bisa tuliskan atau
tunjukkan melalui flipchart).

Langkah pertama adalah yang paling penting. Sukses atau tidaknya kita
tergantung apakah kita punya alasan yang mendorong kita untuk
menjalankan bisnis waralaba pribadi ini. Atau dengan kata lain apakah
kita punya impian yang ingin kita capai tapi belum tahu jalannya.

Banyak alasan kenapa seseorang membangun asset lewat bisnis waralaba
pribadi ini. Saya punya seorang rekan usaha, namanya Bp. Suprato,
dulunya beliau adalah seorang General Manager. Beliau jalankan usaha
ini karena beliau kuatir kalau terjadi apa-apa dengan dirinya atau
perusahaannya, keluarganya akan menderita. Oleh karena itu beliau
serius membangun bisnis ini. Hanya dalam waktu 18 bulan, beliau
selesaikan 8 tahapnya dan 4 bulan setelah itu beliau berhenti dari
pekerjaanya dan sekarang serius full time membangun bisnisnya.
Kehidupan beliau sekarang sangat berbeda. Punya uang dan punya waktu
untuk keluarganya.

Akan tetapi ada juga yang menjalankan bisnis ini karena ingin
mendapat penghasilan tambahan atau ingin punya waktu lebih banyak
untuk keluarga bahkan ada yang untuk pengembangan diri. (catatan:
Anda bisa promosikan orang-orang sukses yang lain yang Anda ketahui.
Lebih bagus lagi kalau latar belakangnya sama atau mirip dengan
prospek Anda).

Alasan atau impian ini sangat penting karena modal usaha di bisnis
ini relatif kecil dan tidak ada atasan/boss. Sehingga seringkali kita
butuh motivasi dari dalam untuk menjalankannya.

Kalau langkah pertama ini sudah kita miliki, bisa dikatakan kita
pasti sukses di bisnis ini. Langkah kedua sampai ketujuh hanya
langkah-langkah teknis yang sederhana dan bisa kita lakukan.

Misalnya, langkah kedua, kita diminta membuat daftar nama. Kita
tuliskan semua teman atau orang yang kita kenal. Nantinya teman-teman
inilah yang akan kita ajak untuk menjalankan bisnis sama-sama.

Langkah ketiga, kita undang teman-teman kita tersebut untuk kita ajak
bertemu.

Tujuannya adalah untuk masuk ke langkah ke-empat, yaitu kita jelaskan
atau kita presentasikan bisnisnya, seperti yang sekarang saya lakukan
kepada Bapak.

Seandainya teman kita tertarik, kita lanjutkan ke langkah kelima
yaitu follow up atau tindak lanjut. Kita ajarkan dan bantu teman kita
untuk menjalankan bisnisnya dengan benar karena banyak sekali yang
menjalankan dengan cara yang salah. Misalnya memaksa atau menipu
orang.

Langkah berikutnya, langkah keenam, kita perlu menggunakan produknya
supaya kita yakin bahwa produknya bagus dan sekaligus untuk menjaga
kesehatan kita. Selain itu menggunakan produk merupakan bagian dari
integritas kita karena ini adalah bisnis kita sendiri.

Dan langkah terakhir, kalau kita ingin sukses, kita perlu menggunakan
alat bantu. Dengan alat bantu, kerja kita menjadi lebih mudah dan
efisien. Kita bukan hanya kerja keras tapi juga perlu kerja cerdik.
Ada beberapa alat bantu seperti buku-buku yang mengajarkan cara
membangun bisnis dan pengembangan kepribadian; kaset-kaset training
yang mengajarkan cara paling sederhana membangun bisnis ini dan
seminar-seminar yang menjelaskan bisnis ini lebih detail lagi. Saya
ingin mengundang Bapak hadir pada seminar yang diadakan Coresystem, pada
hari Senin, jam 19.30 di Hotel Banian Bulevar, Tanjung Duren. Di
seminar ini nanti akan dijelaskan lebih detail mengenai bisnisnya.
(catatan: sesuaikan dengan basis OPP Anda atau bisa Anda undang ke
home meeting terdekat atau seminar Coresystem terdekat, entah itu NDT
atau VS. Promosinya sesuaikan dengan seminarnya).

Mengenai produk yang akan kita distribusikan, saya akan jelaskan
sekilas. Nanti ada paket informasi yang bisa saya pinjamkan untuk
Bapak pelajari lebih lanjut.

PT SLJ ini memasarkan produknya di Indonesia dengan merk Tiens atau
lebih populer dikenal dengan nama Tianshi (catatan: mungkin prospek
Anda pernah mendengar Tiens sebelumnya, tetapi sebagian besar
biasanya dengan konsep yang salah!)

Tianshi berdiri tahun 1992. Kantor pusatnya di Beijing, dan pabriknya
di Tianjin. Pendirinya salah satu orang terkaya di China, yaitu Mr.
Li Jin Yuan. Tahun 1995, Tianshi merubah bisnisnya menjadi bisnis
waralaba pribadi sehingga sekarang kita bisa menjadi distributornya
bukan hanya konsumennya. Tahun 1998, Tianshi mulai keluar dari China
dan masuk ke negara-negara maju, seperti Amerika dan Eropa. Baru pada
tahun 2001, Tianshi masuk ke pasar Asia dan Afrika, termasuk
Indonesia. (catatan: anda bisa menggunakan flip chart)

Produk-produk Tianshi bermacam-macam. Ada produk kesehatan,
kecantikan dan keperluan rumah tangga. Bahkan sekarang Tianshi sudah
punya toko, namanya Banner Store di Mall Artha Gading, Jakarta, yang
menjual produk-produk Tianshi dan kebutuhan sehari-hari.

Untuk produk-produk kesehatannya walaupun bukan obat, tapi bisa
membantu proses penyembuhan banyak penyakit karena punya efek terapi.

Misalnya, kalsium 2 dan chitosan yang bagus untuk penderita diabetes.
Banyak yang hampir diamputasi tidak jadi karena mengkonsumsi produk
Tianshi.

Kemudian ada kalsium 1, cordyceps dan chitosan yang bagus untuk para
penderita kanker atau tumor. Saya pernah merekomendasikan adik teman
saya yang kena kista dan sembuh karena menggunakan produk Tianshi.

Bahkan untuk penderita jantung koroner atau stroke penyumbatan
pembuluh darah pun ada, yaitu vigor.

Tianshi juga punya teh yang bagus untuk para penderita tekanan darah
tinggi, asam urat atau kolesterol.

Untuk penderita asma, kita sarankan beneficial dan cordyceps.

Kalau kita ingin memiliki stamina yang kuat bisa mengkonsumsi
cordyceps, kalsium 1 atau beneficial.

Ada juga pasta gigi herbal. Konsentratnya tinggi sehingga digunakan
sedikit saja sudah cukup.

Tianshi juga memiliki alat-alat kesehatan seperti acupoint yang
digunakan untuk akupuntur tapi dgn jarum elektromagnetik.

(catatan: ceritakan produk Tianshi secara singkat. Sesuaikan dengan
kebutuhan prospek. Perbanyak kesaksian. Lebih bagus kalau kesaksian
pribadi)

Untuk investasinya sendiri relatif sangat kecil. Kita punya 3
pilihan, yaitu memulai di tahap 1, tahap 2 atau tahap 3.

Sangat disarankan Anda langsung memulai di Tahap 3. Dimana
investasinya sekitar Rp 2,1 juta. Dengan perincian kurang lebih Rp 2
juta untuk belanja produk sesuai pilihan sendiri dan Rp 85 rb untuk
membayar lisensi bisnisnya. Dengan mulai dari Tahap 3, Bapak dengan
cepat bisa memulai bisnis Tianshi.

Tetapi kalau misalnya Bapak merasa belum siap dengan Tahap 3, tidak
apa-apa. Ada Tahap 2 dengan investasi sekitar Rp 600 rb. Sangat tidak
saya rekomendasikan mulai di Tahap 1 dimana Bapak hanya sekedar
membeli lisensi bisnisnya. (catatan: Anda bisa menggunakan flip chart
waktu menjelaskan tahapan-tahapan ini)

Pak Budi, saat ini bisnis Tianshi sedang berkembang pesat di
Indonesia bahkan di dunia. Hal ini tidak mengherankan karena memang
sudah diramalkan bahwa bisnis waralaba pribadi akan menjadi salah
satu alternatif membangun asset untuk mendapatkan passive income.
Akan tetapi terlepas dari cara Tianshi mendistribusikan produknya,
wellness industry atau industri perawatan kesehatan saat ini sedang
berkembang. Orang mulai sadar bahwa mencegah lebih baik daripada
mengobati. Trend bisnisnya sedang naik pesat. Kalau kita masuk ke
bisnis yang trend-nya sedang naik kemungkinan berhasil lebih besar.
Oleh karena itu, saya harap Bapak mempertimbangkan tawaran kerja sama
ini. Saya dan team kerja siap bekerjasama membantu Bapak.

(catatan: selanjutnya tergantung bagaimana respon prospek. Jangan
lupa pinjamkan peket informasi yang berisi beberapa kaset net-p,
brosur, proposal bisnis , majalah, buku-buku produk dan CD-CD
penunjang. Tunjukkan bukti-bukti yang sdh ada, misal di bagian
belakang bisnis proposal Coresystem ada gambar-gambar penerima reward
BMW dengan mobilnya, atau kalau Anda menggunakan laptop bisa diputar
beberapa CD. Gaya bahasa yang digunakan sesuaikan dengan diri Anda
sendiri)

PERHATIAN: HANYA UNTUK GROUP SENDIRI. TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN DI
LUAR GROUP. PRACTICE MAKES PERFECT

KERANGKA PRESENTASI 12 MENIT

1. Pembuka (Paradigma)
a. Bisnis Waralaba
b. Active Income – Passive Income
c. Waralaba Pribadi
2. Isi
a. Marketing Plan (Fokus)
b. Dua aturan main Tiens
c. Coresystem (7 Langkah)
d. Tiens (Company Profile dan Produk)
3. Penutup
a. Investasi (Paket)
b. Closing


PRESENTASI ONE ON ONE 12 MENIT

0 Comments

0 comments:

Posting Komentar test