Pilih Saja MLM Yang Tawarkan Produk Baru

http://ak.imgfarm.com/images/vicinio/dsp-images/scott.schaffer/asset1_3/1470673176507.png

Jangan mau lama-lama menjadi orang upahan, jangan puas hanya menjadi karyawan. Anda tidak akan pernah menjadi kaya kalau masih jadi karyawan. Berpalinglah menjadi pengusaha, pebisnis, maka Anda akan menajdi kaya Robert T. Kiyosaki

Robert T.Kiyosaki penulis buku yang menjadi salah seorang pelopor cita-cita dan pengertian bebas finansial. Menurutnya, berdasarkan kenyataan, orang yang bekrja paling keras pada akhirnya tidak menjadi kaya. Kalau ingin menjadi kaya, Anda perlu berfikir. BErfikir sendiri bukannya mengikuti pendapat orang lain.

"PErtama-tama yang harus berubah adalah 'caramu' berfikir. Dengan kata lain, emnjadi pribadi yang diperlukan untuk melakukan apa yang harus dilakukan," kata Kiyosaki dalam bukunya The Cashflow Quadrant.

Ia menunjukkan bahwa jalan satu-satunya menjadi kaya, yang paling sehat adalah menjalankan bisnis. Pilihan bisnis apa? Begitu mungkin yang muncul dibenak Anda. Apalagi ektakutan dan kekhawatiran mulai menjalari anda. Anda tak punya uang banyak untuk dijadikan modal, tak punya ajringan dan keahlian apapun untuk mulai menjadi pebisnis.

MLM bisa menjadi pilihan
Mungkin sebagian dari Anda alergi mendengar kata MLM, multi level marketing, atawa bisnis jaringan, mungkin Anda punya pengalaman kurang menarik untuk bisnis ini. Namun bukan hanya Kiyosaki yang merekomendasikan mulailah dengan MLM jika ingin berbisnis.

Multi level marketing dikenal juga dengan nama network marketing-adalah kegiatan mendistribusikan, menjual atau menyuplai produk/jasa melalui individu yang ditunjuk sebagai agen atau distributor, Agen ini dibayar dalam bentuk komisi, diskon, bonus dan reward lainnya, berdasarkan jumlah penjualan dan kemampuannya merekrut agen.

Perekrut disebut upline, sedangkan yang direkrut disebut downline. Dalam sistem MLM, upline juga mendapatkan reward dari besarnya penjualan downline yang berada di bawahnya langsung, dan penjualan downline tidak langsung (yang levelnya berada dua tingkat atau lebih di bawahnya).

Perusahaan yang secara internasional sukses dengan sistem MLM antara lain Amway, Avon, NuSkin, Mary Kay day Tianshi. Menurut Daryl Koehn (2001), karena MLM dioperasionalkan oleh begitu banyak individu, perusahaan tipe ini sangat mudah terjerumus pada praktik-praktik yang dianggap tidak etis dan ilegal.

Di Amerika Serikat, pengadilan sudah terbiasa dengan masalah pengaduan bisnis MLM. Mereka bahkan mempunyai semacam tes yang bisa digunakan untuk membuktikan kelegitimasian sebuah bisnis MLM.

Kalau di Indonesia juga ada parameternya, yakni perusahaan yang terdaftar di APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia)-lah yang menjadi pilihan berbisnis MLM. Diluar itu bisa dikatakan bisnis monel game, bukan MLM.

Kenapa Mesti MLM?
Helmi Yahya, presenter, raja reality show serta motivator bisnis, juga anda mengancurkan MLM. Jika anda ingin mulai terjun ke dunia bisnis, tapi merasa tak memiliki keahlian dan modal besar, mengapa tidak mencoba lewat MLM?

Baikn Kiyosaki maupun helmi berpandangan, MLM atawa bisnis jaringan ini punya kelebihan, seperti modalnya kecil (sehingga resiko juga kecil) waktu dan tempatnya bisa fleksibel dan sudah ada sistem yang tinggal pakai.

Kiyosaki malah menganjurkan untuk menghadiri seminar pemasaran jaringan atau MLM untuk mempelajari seluk beluk sistem bisnis ini. Bahkan ia menganjurkan anda mesti meneliti sedikitnya 3 perusahaan jaringan pemasaran/MLM yang berbeda demi upaya mempelajari dunia bisnis sebagai pemula.

Pernah mencoba Tapi gagal
Anda pasti sering mendengar betapa banyak kisah sukses di dunia MLM. Seorang yang asalnya betul-betul bangkrut kemudian dalam waktu yang sangat singkat dalam hitungan bulan, tiba-tiba menjadi super star dan menghasilkan sebuah kisah sukses dengan penghasilan hingga puluhan atau bahkan ratusan kita perbulan!

Kemudian Anda didepan cermin melihat seorang yang sudah tahunan menggeluti bisnis MLM dan status keuangan 'orang tersebut' tidak lebih baik dari sewaktu pertama memulainya Ya, orang tersebut adalah Anda sendiri. Kini Anda bertanya-tanya, apakah Anda bisa mempercayai kisah-kisah sukses yang dulu membuatAnda tertarik dengan bisnis ini.

Anthony Robbins selalu mengatakan "Sukses berasal dari tindakan benar, tindakan yang benar berasal dari pengalaman, pengalaman berasal dari suatu kesalahan atau bad judgement. Nah, jadi kesalahan dimasa lampau tidak ada artinya apabila Anda bersedia menyadari dan memperbaikinya."

Jadi Anda harus menyadari bahwa bisnis MLM adalah suatu bisnis yang harus Anda kerjakan dengan penuh komitmen. Bedanya dengan pekerjaan konvensional adalah Anda kini.yang menentukan sendiri seberapa tinggi Anda ingin sukses dan Anda tidak perlu repot memulainya.

Perusahaan MLM sudah menyediakan semua sistem: manajemen, produk, sisten bonus dan training. Anak sekolah, mahasiswa bahkan ibu rumah tangga pun bisa berhasil di bisnis MLM ini jika dilakukan dengan serius, bukan karena sambil lalu atau 'angot-angotan'

MLM yang bagaimana?
Sebelum memulai terjun ke MLM, sortir atau pilih perusahaan-perusahaan yang memiliki produk sesuai kebutuhan, yang menurut Anda akan mudah untuk menjualnya. Memang MLM bukanlah menjual produk atau barang saja, namun tidak bisa dipungkiri dengan produk yang dibutuhkan (kebutuhan sehari-hari) lebih ringan untuk menawarkan bisnis yang sedang dijalankan.

Pikirkan menurut pertimbangan Anda produk apa yang menjadi kebutuhan saat ini dan masa depan,l0 tahun mendatang. Mungkin saat ini produk tertentu belum begitu menjadi suatu kebutuhan, tapi pasti orang akan sangat membutuhkan produk tersebut pada 10. tahun mendatang. Dan tugas anda adalah menemukan produk tersebut.

Helmy Yahya menyarankan kalau Anda mau menekuni bisnis MLM, ambil saya perusahaan MLM yang emnjual produk-produk baru. Syukur-syujur produk yang belum ada barang substitusinya di pasaran sehingga pasar belum jenuh. Bisnis MLM yang seperti ini memberikan prospek jangka panjang.

Jalan menuju sukse ber MLM
Sebagian orang juga mengatakan bahwa bisnis MLM yang baik haruslah produk centered. Menurut Wisnu Wardhana, profesional yang sempat bekerja beberapa tahun di bisnis MLM. Cara untuk menguji legitimasi bisnis tipe ini sebenarnya tidak sulit. Selain harus ada produk/ jasa yang disampaikan dari penjual ke pembeli, juga perlu diselidiki, adakah benefit yang bisa dirasakan oleh konsumen terakhir yang berada di lapisan paling bawah dalam jaringan MLM?

Memadaikan benefitnya dibanding dengan uang yang harus dibayar? Jika jawaban kedua pertanyaan itu adalah tidak, berarti legitimasi bisnisnya diragukan. Kemampuan apa saja yang ada perlukan untuk sukses dlama bisnis MLM? atau lebih tepat, apa saja yang anda lakuka agar suskses dalam berbisnis MLM? jawabanya cukup sederhana.

  1. Konsumsi produk-produk MLM Anda, jadilah product of the products
  2. Lakukan promosi offline dengan memberikan presentasi yang optimal dan terus menerus untuk mensponsori distributor baru.
  3. Lakukan promosi online untuk mensponsori distributor baru dan binalah secara online.
  4. Lakukan training kepada jaringan Anda agar menduplikasikan ketiga hal tersebut.


Sederhana, bukan? Tapi berapa banyak distributor yang melakukannya? Tanpa mempercayai dan mengkonsumsi sendiri produk MLM Anda, sangatlah sulit untuk membuat orang lain mengkonsumsinya dalam jangka panjang. Ingat, tidak semua distributor akan menghasilkan bonus yang besar dalam jaringan Anda.

Tapi selama mereka mempercayai dan mengkonsumsi produk, Anda akan terus mendapatkan bonus. Produk adalah kunci utama apakah Anda akhirnya akan bisa pensiun dengan baik dari bisnis MLM. Baru kemudian sistem bonus yang menentukan seberapa besar uang pensiun yang akan Anda terima.

Sumber: Bisnis Indonesia

Pilih Saja MLM Yang Tawarkan Produk Baru

0 Comments

0 comments:

Posting Komentar test