MLM, di sayang atau di benci?

http://ak.imgfarm.com/images/vicinio/dsp-images/scott.schaffer/asset1_3/1470673176507.png
MLM menurut wikipedia: Multi level marketing adalah sistem penjualan dengan memanfaatkan konsumen langsung sebagai tenaga penyalur. Harga barang yang ditawarkan di tingkat konsumsi adalah harga produksi ditambah komisi yang menjadi hak konsumen karena secara tidak langsung telah membantu kelancaran distribusi. Seringkali ditemukan kerancuan antara MLM dengan money game. MLM pada hakikatnya adalah sistem distribusi barang. Banyaknya bonus didapat dari omzet penjualan yang didistribusikan melalui jaringannya. Hal ini sangat berbeda dengan money game. Bonus seringkali didapat dari perekrutan, bukan omzet penjualan.

Anda juga bisa membaca tentang HUKUM SYAR�I BISNIS MULTI LEVEL MARKETING

Di indonesia mlm sudah begitu banyak, dari kesekian banyak mlm hanya sedikit yang mampu bertahan sampai sekarang. Banyak orang yang sukses melalui jalur mlm, tetapi juga tidak sedikit yang gagal dalam menjalankan mlm. yang akhirnya anti terhadap mlm. saya sendiri pernah mengikuti bisnis mlm, dan saya termasuk yang gagal :(. tetapi bukan berarti saya anti terhadap mlm.kadang ada orang yang menyamaratakan bahwa mlm adalah penipuan. tetapi apakan benar begitu? bagaimana kalau itu hanya diucapkan oleh orang-orang yang gagal? dan apakah yang sukses di mlm juga akan mengatakan begitu?

Kekuatan jaringan sangatlah luar biasa,disamping bisa menjalin silaturahmi, juga bisa menguatkan bisnis kita. Dan yang paling penting dalam bisnis jaringan adalah maju bersama. karena semakin banyak relasi kita, paling tidak bisa mengangkat bisnis kita sendiri, itu tergantung dari masing-masing orang bagaimana cara memanfaatkan peluang yang ada. sebenarnya maju tidaknya dalam bisnis mlm tergantung dari masing-masing orangnya. jika tidak pernah mengikuti pelatihan atau tidak pernah mencari anggota, dan yang diandalkan hanya penjualan tentu tidak akan sukses-sukses.

Kunci kesuksesan dalam mlm bukan besarnya angka penjualan, tetapi banyaknya anggota yang kita rekrut, dan tentunya aktif menjalankan bisnis mlmnya. memang tidak ada bisnis yang sempurna, masih banyak kekurangan-kekurangan. tetapi bagaimana seandainya dalam bisnis mlm ini untuk menjadi anggotanya digratiskan, dan tidak ada paksaan dalam melakukan penjualan atau istilahnya tutup poin, namun harus tetap diberi motifasi, dengan cara-cara lain yang lebih kekeluargaan, tentu kesan penipuan akan berkurang.

MLM tidak jauh beda dengan program affiliasi (affiliate program), kenapa program afiliasi tidak dianggap penipuan? dalam program afiliasi kita akan mendapatkan keuntungan apabila kita bisa mengajak orang untuk bergabung, atau menjual suatu produk, dengan sistem komisi. Jadi sebenarnya MLM harus di benci, disayang atau di lupakan?

http://bi.konblog.com

MLM, di sayang atau di benci?

0 Comments

0 comments:

Posting Komentar test