Menikmati Manisnya Bisnis MLM

http://ak.imgfarm.com/images/vicinio/dsp-images/scott.schaffer/asset1_3/1470673176507.png
Bagi sebagian orang, mendengar kata bisnis multi level marketing (MLM) biasanya langsung ditanggapi dengan senyum kecut, dan langsung mengkaitkannya dengan bisnis tipu-tipu. Padahal, banyak individu yang meraup berkah dari bisnis MLM, dengan bonus yang nilainya cukup spektakuler bagi orang awam, karena angkanya mencapai ratusan juta rupiah.

Salah seorang yang merasakan manisnya madu dari bisnis MLM adalah Elvina M Rambe, ibu rumah tangga yang berhasil meraih peringkat Gold dalam jenjang karir MLM di PT Sun Hope (SH) Indonesia. Dalam kurun waktu lima tahun saja, bonus uang yang diterimanya mencapai Rp 250 juta. Itu belum termasuk hadiah mobil yang menemaninya untuk wara wiri membangun jaringan.

Elvina yang pada kesempatan itu ditemani sahabatnya yang juga peraih peringkat Gold, Etty Rahmawati, menuturkan, awalnya, ia termasuk orang yang tidak percaya dengan bisnis MLM. Keikutsertaannya pada bisnis itu karena ia ingin mendapatkan produk suplemen kesehatan untuk mengobati sakit yang diderita ibunya, By Nuryana Betty, dengan harga lebih murah.

"Ibu saya waktu itu menderita sejumlah penyakit yang membuatnya kesulitan berjalan. Sejumlah cara sudah dilakukan mulai dari berobat ke dokter hingga ke pengobatan alternatif. Sampai pada suatu hari, saya ditawari suplemen makanan keluaran Sun Hope. Demi mengejar harga yang lebih murah, kemudian saya ikut menjadi anggota," ujarnya.

Kesembuhan ibunya dari penyakit yang dideritanya selama bertahun-tahun itu bukan saja menjadi "iklan" tetapi juga pendorong yang kuat untu memperkenalkan produk SH ke tetangga, sahabat hingga handai taulan. Tak heran dalam waktu tak lama, bonus yang diperoleh selama membangun jaringan di Sun Hope telah membuat rekeningnya terus menggembung.

"Kucuran bonus yang datang hampir setiap minggu membuat saya sadar bahwa bisnis ini memang ada dan sangat menguntungkan," kata ibu dari 4 anak bernama Viman Julian Santoso, Imelia Martinovita Santoso dan Idealivin Meihar Santoso sambil tersenyum.

Investasi yang dibutuhkan pada awal memulai bisnis itu pun relatif kecil. Hanya memang dibutuhkan kerja keras untuk menyakinkan masyarakat terhadap produk yang akan dijual. Setelah itu me"rayu"nya agar mau menjadi member. Karena bonus yang diperoleh bisnis MLM diperoleh dari anggota baru dan jaringan yang dibangunnya.

"Selain menguntungkan, bisnis MLM produk Sun Hope ini juga membuat badan sehat. Sebab 9 jenis produk yang dipasarkan semuanya adalah makanan kesehatan," kata Elvina seraya menyebut 9 produk andalan SH, antara lain, Deep Sea, Susu Colustrum, Multivitamin Mega Formula, Herdtea, Enzim, Macca, dan Spirulina.

Sun Hope International pada awalnya berdiri tahun 1978 di Los Angeles, California, Amerika. Finansial yang kuat, reputasi yang terkenal, dapat dipercaya, kokoh, serta realistis merupakan konsep yang dianut Sun Hope dalam melayani masyarakat.

Prestasi gemilang yang dicapai Sun Hope di Amerika telah menjadi dorongan semangat bagi Sun Hope untuk melakukan ekspansi usaha ke Asia. Untuk itu, pada tahun 1986 di Taipei, didirikan kantor pusat yang mencakup seluruh Taiwan. Pada Agustus 1993 diperluas dengan mendirikan Sun Hope di China, dengan kantor pusat di Tianjin dan merupakan salah satu dari perusahaan MLM yang mendapatkan ijin dari pemerintah China. Saat ini, tidak lebih dari 20 perusahaan MLM.

Berkat dukungan yang besar dari para distributor, akhirnya pada September 1997 berdiri Sun Hope di Indonesia. Sun Hope di Indonesia dijalankan dengan bendera PT Sanindohop Jaya Pratama dipimpin oleh Peter Chen dan Dewi Aryanie Hermanus.

Dengan manajemen yang piawai serta didukung oleh staf yang profesional, Sun Hope di Indonesia berkembang dengan sangat pesat. Jaringan distributornya telah berkembang ke hampir seluruh kota besar di seluruh penjuru Indonesia, dari Banda Aceh di ujung pulau Sumatera, sampai kota Jayapura di pulau Irian. Dalam waktu singkat, telah lebih dari 200.000 orang terdaftar sebagai distributor Sun Hope.

Walau tergolong baru di Indonesia, Sun Hope telah mampu menyejajarkan diri dengan perusahan-perusahaan multilevel marketing lainnya. Saat ini Sun Hope telah memiliki gedung sendiri yang sekaligus sebagai kantor pusat Sun Hope di Indonesia.

Pegawai Kantoran

Bicara soal karir, Elvina sebelumnya adalah seorang pegawai negeri sipil (PNS) di sebuah departemen. Pada tahun 1991, ia mengundurkan diri untuk memilih menjadi ibu rumah tangga dengan mengurusi keempat buah hatinya.

"Maju dan ber-kembang adalah keinginan setiap manusia. Pada tahun 1991 saya mengundurkan diri sebagai pegawai negeri di salah satu Departemen. Sebelas tahun lamanya saya mengabdi dengan cara kerja P9MN (Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas-Pasan Potong Pinjaman). Karena untuk menutupi kebutuhan dan pengeluaran sehari-hari tidaklah cukup hanya dari gaji yang sangat minim.

Setelah tidak lagi bekerja di kantoran, Elvina melakukan sejumlah usaha dengan berjualan apa saja yang dititipikan teman, dari sepatu, kosmetik sampai makanan kecil hingga menjadi instruktur senam.

"Dari semua yang saya lakukan itu ternyata belum memadai untuk membantu dapur keluarga. Sayapun akhirnya ikut menjalankan usaha yang kita kenal dengan bisnis MLM ini," kata istri dari Ir Imam Budi Santoso, karyawan PLN itu.

Ia kembali menegaskan, bisnis multi level markerting (MLM) bukan sekedar jualan mimpi. Kuncinya asal mau bekerja keras dan pantang menyerah, ia akan berhasil. Maka bonus demi bonus dengan nilai yang spektakuler bukan lagi menjadi angan-angan.

"Sistem pemasaran yang mudah sehingga bisa dijalankan berbagai lapisan masyarakat dan sudah terbukti distributor dari kalangan sederhana berhasil mencapai posisi tertinggi dalam waktu tidak begitu lama. Kelebihan-kelebihan inilah yang membuat saya bergabung dengan memulai tujuh unit, karenadengan demikian berarti hasil yang paling maksimal akan saya dapatkan," kata Elvina mengungkapkan rahasia suksesnya.

Ditanya target ke depan, Elvina mengatakan, ia akan tetap menggeluti bisnis MLM yang telah mengantar keluarganya menuju kehidupan yang sejahtera. "Saya tetap tertarik dengan bisnis ini, meski tidak lagi kerja keras seperti dulu. Karena bisnis ini bisa diwariskan, maka satu orang anak saya sudah siap meneruskan jaringan yang sudah saya bangun ini," kata Elvina sambil tersenyum kecil.

Disela-sela wawancara, Elvina tampak terus menerus memencet-mencet handphonenya mengirim SMS ke sejumlah orang yang downline (kaki-kaki) bisnisnya. "Maafnya sambil SMS-an, soalnya ada banyak pertanyaan dari para downline yang bertanya soal produk dan poin yang telah diperolehnya," ujar Elvina.

Selain sibuk menggaet orang untuk menjadi member dan membantu downlinenya yang kesulitan, waktu senggangnya dihabiskan untuk bernyanyi dan berolahraga- dua hobinya yang telah digeluti sejak lama. "Karena anak-anak sudah besar, selain mengembangkan bisnis MLM saya suka juga bernyanyi dan senam. Malah, ketika muda dulu saya sempat menjadi instruktur bersama-sama dengan pakar senam Berty Tilarso," tuturnya.

Untuk urusan nyanyi, Elvina tidak hanya berkutat di kamar mandi. Ia kerap tampil menyanyi di setiap acara-acara yang digelar di kantor suaminya di PLN. "Nyanyi itu bisa menghilangkan stres, selain juga mengolah rasa kita," katanya.

Cerita tentang aktivitas Elvina M Rambe sebenarnya hanyalah sebuah potret kecil dari perkembangan bisnis MLM di tanah air. Memang ada bisnis MLM yang nakal dengan aksi tipu-tipunya, tetapi tidak sedikit yang benar menjual produk bagus. Bisnis ini pun ternyata sanggup bertahan di tengah krisis ekonomi yang hingga kini masih membalut Indonesia. (Tri Wahyuni)

http://www.suarakarya-online.com

Menikmati Manisnya Bisnis MLM

0 Comments

0 comments:

Posting Komentar test