Kisah sukses dokter perempuan yang terjun ke dunia network marketing

http://ak.imgfarm.com/images/vicinio/dsp-images/scott.schaffer/asset1_3/1470673176507.png

Walau profesinya dokter praktek, mereka tidak alergi menggeluti bisnis jaringan, bahkan ada diantaranya yang menggondol BMW.

Buku The New Professionals - The Rice of Network Marketing As The Next Major Profession, ditulis oleh Prof. Dr. Charles King- Seorang akademisi pemerhati network marketing dari University of Illinois - memang tidak keliru. Maklumlah, buku tersebut menyatakan bahwa network marketing tetap menjadi trend dan menarik bagi kalangan profesional. Buktinya, bisnis ini menjadi lahan empuk kalangan profesional dalam mengais rejeki menjadi jutawan. Ada bankir, pengusaha, dosen, dokter dan lain sebagainya.

Yang paling mencolok, kiprah para dokter di bisnis ini. Mereka tak sekedar menjadi konsultan medis, menjadi pebisnisnya (networker), tetapi juga merambah menjadi pemilik. Maklumlah, jika tinjauannya pada produk health food, network marketing memang sangat dekat dengan profesi dokter. Setidaknya, kiprah dokter disini adalah preventif dan promotif, sesuatu hal yang dapat dipelajari oleh kaum awam.

Luar biasanya, walau disibukkan oleh aktivitas profesinya, para dokter pun tak mau menjadi penonton di dunia bisnis jaringan ini. Mereka menunjukkan taji-nya dengan mendulang penghasilan dan prestasi. Contohnya 3 dokter perempuan yang sukses diTianshi: Dr Yanthi Naunghelarta, Dr Yani Laksitawati dan Dr Wien Daryoko. Ketiganya berhasil menggondol BMW dari perusahaan MLM Tianshi.

Bagi Dr Yanthi, BMW itu sulit diperoleh jika hanya mengandalkan profesi selaku dokter praktek. Maklumlah, seperti dikatakan pakar kebebasan finansial dalam bukunya Cahflow Quadrant, penghasilan dokter ditentukan diri sendiri (bekerja untuk uang), bukan uang yang bekerja untuk kita.

Tapi, bukan berarti penghasilan dokter tidak cukup lho. Lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” tutur Yanthi, yang memperoleh BMW di Berlin tahun 2002 lalu. Alumnus Universitas Indonesia ini menyebut dirinya tercebur ke network marketing gara-gara produk Tianshi, yang dpaat membantu menormalisir penyakit suaminya yang menderita bronchitis akut.

Soal produk juga dibenarkan oleh Dr Rani. Ia mengakui produk Tianshi merupakan produk Cina yang diambil dari ramuan China kuno dan banyak membantu menormalisir pelbagai penyakit. Sebagai contoh, ia menyebutkan bahwa seorang satpam di dekat rumahnya mengalami kecelakaan, tangannya patah. Saat berobat ke tempat prakteknya, Rani, demikian panggilan akrabnya, memberikan kalsium satu sachet. Eh, esok harinya, satpam tersebut meminta kalsium lagi.

Satpam itu mengaku rasa nyeri ditangannya berangsur-angsur pulih” ungkap Rani. Sejak saat itu, Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat, ini mulai kepincut dengan Tianshi, mengingat produknya berguna bagi banyak orang. Bahkan tak hanya itu, Rani pun menggunakan produknya sebagai alat bantu menyehatkan.

Hasilnya tak sia-sia, Rani dan rekan sejawatnya, Dr wien, berhasil membawa pulang BMW, mengikuti jejak Dr Yanthi. Tak hanya itu, Rani pun menyembul dengan peringkat Silver Lion, peringkat tertinggi yang dicapai buat para dokter yang menggeluti bisnis jaringan di Tianshi. Dr Anita, setelah berjuang tiga tahun, kini memetik hasilya. Ia pun berhasil meraih BMW 3 tahun lalu. “Wah senangnya. Sepertinya rasa capai dan lelah itu hilang,” jelasnya, seraya menilai network marketing itu cocok bagi perempuan, khususnya ibu rumah tangga.

Dari Sun Hope, tercatat nama Andi Sukmawaty Latief. Dokter gigi jebolan Universitas Hasanuddin, Makasar, Sulawesi selatan, ini mencapai peringkat Diamond Director. Ia terjun ke bisnis jaringan ini, tak jauh berbeda dengan dokter perempuan lainnya: gara-gara produk. Jaringannya melebar ke pelbagai daerah, dan termasuk para dokter juga, seperti spesialis anak, jantung dan lain sebagainya.

Jujur saja, apa yang saya peroleh saat ini, melebihi dari gaji saya sebagai pegawai negeri,” tegas Sukmawaty, yang bertugas di bagian administrasi sebuah Puskesmas di Jakarta. Tapi, berdasarkan marketing plan, akumulasi bonusnya dengan peringkat Diamond Director mencapai Rp 270 juta. Ia mengatakan, jika tak menggiurkan, tak mungkin bertahan sampai 9 tahun di network marketing tersebut.

Bagi para dokter perempuan, ada beberapa hal yang diraih di binsis ini. Pertama, menyehatkan dan mensehakterakan masyarakat, baik lewat produk maupun peluang bisnisnya. Kedua, meningkatkan kesejahteraan kesejahteraan keluarga. Sebab, walaupun profesi dokter memiliki income yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, namun kebutuhan terus meningkat, termasuk juga soal impian hidup.

Nah, kebetulan bisnis ini menciptakan asset dan passive income“, tegas Yanthi, seraya menyebut ongkos di network marketing relatif murah, sehingga dapat dijadikan “kendaraan” merubah hidup, termasuk bagi para ibu rumah tangga lainnya dalam menata masa depan yang lebih berkualitas.

Sumber: Artikel di majalah Bisnis Plus

Kisah sukses dokter perempuan yang terjun ke dunia network marketing

0 Comments

0 comments:

Posting Komentar test