Cerita dibalik kesuksesan Raymond Kroc dan bisnis McDonald’s-nya

http://ak.imgfarm.com/images/vicinio/dsp-images/scott.schaffer/asset1_3/1470673176507.png

Di kota kecil berdebu di Amerika, yang bernama San Bernardino, Chicago, sekitar 55 mil dari sebelah timur Los Angeles. Dari kota inilah Raymond Kroc, founder dan pembangun McDonald’s Corporation, membuktikan dirinya sebagai pelopor industri makanan cepat saji (fast food) paling tangguh dan paling laris di dunia.

Raymond Kroc, bekas salesmen mesin susu kocok yang pada waktu itu berumur 52 tahun, telah membuat banyak pebisnis terkagum-kagum karena keberhasilannya melakukan revolusi industri restoran yang menjemukan menjadi industri global yang menggurita mengalahkan industri baja di Amerika Serikat.

Karena hal inilah, konon bahkan senator LIoyd Bentsen pernah mengeluh, “ada sesuatu yang tidak beres dengan ekonomi kita jika pasar saham Amerika lebih banyak didominasi hamburger daripada baja,” ujarnya pada tahun 1974, pada waktu nilai pasar saham industri fast food Amerika berhasil melampaui nilai saham industri baja.

Namun demikianlah kenyataannya, fakta menunjukkan bahwa burger telah menjadi produk industri yang hampir sama pentingnya dengan lembaran baja. Pembangunan kompleks industri dan gedung-gedung McDonald’s yang sangat pesat di berbagai tempat di Amerika Serikat juga ikut andil dalam menyerap kebutuhan material yang amat besar, termasuk baja.

Berapa omzet anda sekarang, delapan atau sembilan milyar?” tanya Presiden Richard Nixon kepada Kroc pada tahun 1970-an. Kroc menjawab, “Mr. Presiden,sekarang angkanya telah mencapai US$ 12 milyar.”

Prestasi ini menjadi kado paling berharga pada ulang tahun Kroc yang ke-70, sebelum ia wafat pada bulan Januari 1984 dalam usia 81 tahun. Selain memiliki rumah mewah di Beverly Hills, Gedung Pertemuan di Florida yang bel pintunya berbunyi “You Deserve a Break Today” (Anda pantas mendapat kesempatan hari ini) serta team bisbol San Diego Padres yang tangguh.

KROC SEBENARNYA BUKAN PEMILIK AWAL McDonald’s

Raymond Kroc sebetulnya bukanlah pemilik awal dari Mcdonald’s. Restoran drive-in yang berdiri pertama kali di San Bernardino ini pada mulanya dimiliki oleh dua bersaudara Maurice McDonald dan Richard McDonald. Tetapi di bawah menejemen mereka, bisnis McDonald’s ternyata kurang berkembang.

Mereka pada dasarnya usahawan yang masa bodoh, hanya puas dengan US$100.000 per tahun dan tidak bersedia untuk mengeluarkan energi untuk membangun kongsi,” ujar Kroc pada waktu itu. Dan pada tahun 1930-an, McDonald bersaudara sebenarnya telah berhasil membangun restoran McDonald’s menjadi restoran cepat saji yang modern dan efisien.

Mereka telah memproduksi sembilan jenis makanan,antara lain yaitu: burger, kentang goreng, susu kocok dan pai - mengganti tempat duduk konvensional serta mengubah piring kaca ataupun porselen menjadi kertas. Dan mereka juga merancang jalur perakitan kilat sehingga mampu melayani pesanan pelanggan kurang dari 60 detik.

Pada waktu menjalani profesi sebagai salesman, Kroc sudah melihat bahwa sistem kerja seperti itu, jika diperluas akan mengantarkan McDonald’s menjadi besar. “Tetapi kenapa anda tidak memperluas rangkaian unit semacam ini?” tanya Kroc pada donald bersaudara.

Donald bersaudara tidak mendengarkan Kroc. Mereka mengaku telah menjual franchise di Phoenix dan Sacramento dengan harga murah, namun tidak banyak mendatangkan hasil.

KERJA SAMA WARALABA

Kroc yang telah malang melintang di dunia salesman selama 30 tahun akhirnya membujuk Donald bersaudara supaya bersedia menjalin kerjasama waralaba dengannya. Dan kali ini bujukan itu berhasil.

Kroc diberi kesempatan membeli waralaba McDonald’s dengan harga US$ 950. Sebagai konpensasinya, ia mendapat 1,4% dari hasil penjualan. Imbalan ini sebenarnya sangat minim, tetapi diterima juga oleh Kroc dengan berbagai pertimbangan.

Pada tanggal 15 April 1955 Kroc mulai membangun rantai restoran pertama di Des Plaines, Illinois. Standarisasi mutu mulai ia terapkan. Kepingan daging sapi gilingnya harus mempunyai lemak 19%, berat 1,6 ons dan garis tengah 3,875 inci. Standar ini tidak dapat diubah-ubah.

Raymond Kroc menyadari bahwa pada waktu itu sudah banyak kompetitor bisnis sejenis yang lebih dulu eksis di pasaran, seperti A & W, Dairy Queen, Tastee-reez dan Burger King. Tetapi di mata Kroc, mereka bukanlah franchisor yang baik karena pandai memeras franchisee-nya.

Ia tidak ingin menggunakan aji mumpung itu. “saya harus membantu setiap franchise berhasil dengan setiap cara yang saya ambil. Keberhasilannya akan menentukan keberhasilan saya,” prinsipnya.

Tiga tahun kemudian, Kroc akhirnya berhasil menjual 79 franchise, sebagian besar kepada teman-teman golf-nya di Golf Rolling Green. tetapi karena bagi hasil yang kurang menguntungkannya, usaha Kroc akhirnya terancam bangkrut.

Sampai akhirnya pada tahun 1961, ia memutuskan meminjam uang sebanyak US$ 2,7 juta untuk membeli seluruh kepemilikan McDonalds. Pinjaman tersebut di lunasinya dengan cara mencicil tiap bulan dari hasil penjualan McDonald’s sebesar 1 %.

Dan keberaniannya untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar itulah yang akhirnya membuat Kroc dikenang sampai hari ini. Ia tidak hanya mampu mengantarkan McDonald’s go-international, tetapi juga menjadikannya sebagai simbol budaya bangsa Amerika.

Sumber refernsi: Artikel yang ditulis oleh Paulus S. Fajar pada Tabloid Bisnis Uang.

Cerita dibalik kesuksesan Raymond Kroc dan bisnis McDonald’s-nya

0 Comments

0 comments:

Posting Komentar test