CARA KERJA DI TIENSHI

http://ak.imgfarm.com/images/vicinio/dsp-images/scott.schaffer/asset1_3/1470673176507.png

Bagaimanakah cara manusia mendapatkan penghasilan? Sebuah pertanyaan yang sudah pasti bisa dijawab oleh setiap orang, yaitu bekerja. Namun kenapa hal tersebut tetap saya angkat pada halaman ini bukanlah tidak beralasan. Banyak sekali diantara kita terkadang kurang memahami bahkan kurang menyadari, sebetulnya seperti apa cara kita ini bekerja? Hal ini sangatlah penting, karena jika kita memahami dan menguasai cara kita dalam bekerja, sudah tentu hal tersebut akan berdampak besar pada setiap keputusan dan tindakan yang kita ambil. Dan hasil yang selama ini kita dapatkan adalah merupakan buah dari keputusan dan tindakan yang kita ambil sebelumnya.

Sebuah buku yang berjudul "The Cashflow Quadrant" (Robert T. Kiyosaki) mengupas mengenai hal tersebut. Didalam buku ini dijelaskan bahwa pekerjaan manusia digolongkan kedalam empat kuadran, dan cara bekerjanya dibagi menjadi dua cara bekerja. Halaman ini hanya akan membahas mengenai dua cara bekerja manusia. (Untuk lebih jelas dan lengkap, saya sarankan anda untuk membaca buku tersebut).

Untuk lebih mempermudah memahaminya, maka saya ilustrasikan seperti berikut:

Ada dua orang pemuda yang tinggal disebuah desa. Dua orang pemuda tersebut bernama Pipo dan Embro. Untuk mendapatkan uang mereka harus bekerja dengan cara mengambil air yang ada di gunung yang kemudian mereka jual di desanya. Mereka menggunakan ember untuk mengangkut air dari gunung tersebut. Hanya saja mereka memiliki cara masing-masing dalam mengangkut air tersebut. Pipo selalu membawa sebuah ember dan sebuah pipa, sedangkan Embro selalu membawa dua buah ember. Tindakan yang mereka lakukan pun ternyata berbeda. Embro begitu selesai mengangkut air langsung turun dari gunung, sementara Pipo sebelum turun dari gunung selalu memasangkan pipa air yang ia bawa ke mata air tersebut. Hasil yang mereka dapatkan pun berbeda. Embro mendapatkan hasil yang lebih banyak karena ia selalu membawa dua ember dibandingkan Pipo yang selalu membawa satu ember.

Seiring berjalannya waktu, pipa yang dipasangkan Pipo semakin panjang dan hingga akhirnya mencapai di desa tempat mereka tinggal. Sejak itu Pipo tidak pernah naik gunung lagi karena air sudah mengalir ke tempatnya. Orang yang membutuhkan air tinggal membayar kemudian mengambil air dengan begitu mudahnya. Penghasilan Pipo pun sangat besar seolah-olah Pipo memiliki mesin uang yang tidak pernah berhenti mencetak uang. Sementara Embro tetap harus naik gunung setiap hari untuk mengambil air dengan penghasilan yang sama seperti sebelumnya, yaitu dua ember air.

1. Cara Pertama

Embro mewakili cara bekerja manusia yang pertama. Cara bekerjanya seperti dibawah ini:

Manusia harus bekerja agar memiliki penghasilan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Cara ini dilakukan oleh 85% penduduk dunia. Dengan cara seperti ini, maka manusia menukarkan waktunya dengan penghasilan yang ia dapatkan. Karena itu, cara yang pertama ini memiliki kelemahan dimana ketika manusia tidak bekerja maka ia tidak akan mendapatkan penghasilan. Jika tidak mendapatkan penghasilan, lantas bagaimana dengan pemenuhan kebutuhan hidupnya? Jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Ada beberapa alasan yang dapat menyebabkan manusia tidak bisa bekerja, yaitu:
- Keterbatasan waktu
- PHK atau Perusahaan bangkrut
- Usia lanjut
- Sakit
- Meninggal dunia

2. Cara Kedua

Pipo mewakili cara bekerja manusia yang kedua. Cara bekerjanya seperti dibawah ini:

Manusia harus bekerja, namun bukan untuk mendapatkan penghasilan, melainkan bertujuan membangun pohon uang (asset) dimana pohon tersebut kelak akan menghasilkan uang guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Cara ini dilakukan oleh hanya 15% penduduk dunia. Dengan cara kedua ini, seandainya manusia tidak bekerja namun pohon uangnya sudah jadi, maka ia akan terus menerus mendapatkan penghasilan, seperti gambar dibawah ini:

Banyak sekali orang yang tidak memahami atau bahkan tidak mempercayai konsep yang kedua ini, dan hanya sedikit yang memahami dan melakukannya. Karena minimnya pemahaman tersebutlah jangan merasa heran seandainya orang yang kaya sangatlah sedikit jumlahnya dibandingkan dengan orang yang biasa-biasa saja, karena cara yang kedua inilah yang dilakukan oleh para orang kaya yang ada di dunia ini.


MEMBANGUN ASSET

Seandainya anda diminta untuk memainkan peran seperti dalam ilustrasi Pipo Embro diatas dalam kehidupan nyata, peran siapa yang anda ingin mainkan? Pipo atau Embro? Saya yakin jawaban anda sebagian besar yaitu peran Pipo. Mungkin jawaban anda disertai keragu-raguan dan pertanyaan "bisakah?". Jawabannya, adalah "bisa!", tentunya jika kita tahu bagaimana caranya. Cara untuk menjadi Pipo tersebut termasuk yang ingin saya sampaikan pada halaman ini. Jika anda ingin berperan sebagai Pipo, maka yang anda harus lakukan yaitu membangun pohon uang yang disini kita sebut sebagai ASSET.

Dalam "The Cashflow Quadrant" disebutkan ada 3 (tiga) cara untuk membangun Asset. Bagi anda yang ingin memainkan peranan Pipo, silahkan anda memilih dari ketiga cara dibawah ini:

KONGLOMERASI yaitu menciptakan dan mengembangkan sistem usaha sendiri. (Contoh: membangun sebuah PT).

WARALABA
yaitu membeli sebuah sistem usaha yang sudah anda kemudian menjalankannya. (Contoh: membuka gerai makanan cepat saji asal Amerika).

WARALABA PRIBADI
yaitu membeli sebuah sistem usaha yang sudah ada dan menjadi bagian dari sistem usaha tersebut. (Contoh: menjadi distributor dari perusahaan yang berbasis Network Marketing).

Disini saya tidak akan membahas mengenai Konglomerasi dan Waralaba, karena untuk dua jenis cara ini diperlukan biaya awal yang sangat besar, kemudian resikonya pun sangatlah besar, membutuhkan tempat dan waktu yang tertentu, dapat menghabiskan biaya operasional yang sangat besar, dan pastinya memerlukan keahlian yang spesifik. Artinya, belum tentu semua orang bisa melakukan membangun Asset dengan cara-cara tersebut.

Saya akan membahas mengenai Waralaba Pribadi dikarenakan modal awal yang dibutuhkan sangatlah kecil dibandingkan dua cara lainnya. Kemudian selain itu resikonya pun relatif kecil, tempat dan waktu yang flexible, biaya operasional yang sifatnya relatif, dan keahlian diajarkan melalui sebuah sistem. Dengan demikian, maka setiap orang bisa membangun Asset melalui cara ini.


POSISI ANDA DALAM BISNIS WARALABA PRIBADI

Di dalam bisnis Waralaba Pribadi, keahlian anda untuk menjalankan bisnis ini akan diajarkan melalui sebuah sistem, sehingga setiap orang bisa menjalankan bisnis ini baik secara full-time ataupun part-time. Anda akan memiliki 3 (tiga) partner bisnis yang akan membantu anda dalam menjalankan Waralaba Pribadi ini, yaitu:

PERUSAHAAN, yaitu yang akan menyediakan semua produk yang akan dipasarkan dalam bisnis Waralaba Pribadi anda. Perusahaan juga yang akan menghitung omset serta membagikan keuntungan yang menjadi hak anda.

PENDUKUNG, yaitu sebuah lembaga yang akan memberikan strategi-strategi pemasaran serta menyediakan semua kebutuhan anda dalam berbisnis sehingga anda akan mendapatkan berbagai kemudahan dalam menjalankan bisnis Waralaba Pribadi.

SPONSOR, yaitu seseorang yang sudah terlebih dahulu menjalankan bisnis ini hingga memperkenalkannya kepada anda, dan akan menjadi rekan bisnis anda serta memberikan berbagai arahan agar anda dapat melakukan bisnis Waralaba Pribadi dengan benar bahkan pada saat awal memulai.

Dengan bantuan ketiga partner bisnis tersebut setiap orang akan bisa menjalankan bisnis Waralaba Pribadi, bahkan bagi orang yang belum pernah berbisnis sama sekalipun. Namun anda tidak bisa memiliki hubungan dengan PERUSAHAAN dan PENDUKUNG secara langsung, melainkan harus melalui SPONSOR. Tanpa SPONSOR, anda tidak bisa terhubung dengan PERUSAHAAN dan PENDUKUNG. Untuk lebih jelas silahkan anda lihat skema dibawah ini:

Dengan memiliki 3 (tiga) partner bisnis yang telah disebutkan diatas, maka anda akan memiliki berbagai keuntungan. Diantaranya:

- Anda tidak perlu memikirkan barang/jasa apa yang akan anda bisniskan.
- Anda tidak perlu memikirkan tempat untuk anda berbisnis.
- Anda tidak perlu memikirkan harga pokok dan harga jual.
- Anda tidak perlu memikirkan karyawan.
- Anda tidak perlu memikirkan jam kerja.
- Anda tidak perlu memikirkan strategi penjualan dan rencana pemasaran.
- Dan berbagai keuntungan lainnya...

Sumber : http://www.ivanlahardika.com

CARA KERJA DI TIENSHI

0 Comments

0 comments:

Posting Komentar test